Untuk Jadwal seleksi selanjutnya silahkan lihat .

Bagi nama-nama yang tercantum , diomohon untuk mengikuti tes Interview pada hari Senin Tanggal 5 September 2016 Jam 13.00 WIB di Laboratorium Kualitas Lingkungan.

REKRUTMEN ASISTEN LABORATORIUM PRAKTIKUM KIMIA DASAR DAN KIMIA LINGKUNGAN

PERIODE TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Pengumuman Rekrutmen Asisten Praktikum Kimia Dasar dan Kimia Lingkungan :
1. Pendaftaran online (s.d 26 Agustus 2016)
2. Interview ( 30 Agustus 2016)
3. Pengumuman (1 September 2016)

Untuk pendaftaran silahkan isi data diri pada link berikut ini :

 REKRUITMEN ASISTEN LABORATORIUM PRAKTIKUM TEKNIK LINGKUNGAN 2

PERIODE TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Pengumuman Rekrutmen Asisten Laboratorium Teknik Lingkungan 2 :
1. Pendaftaran online (s.d 24 Agustus 2016)
2. Interview (5 September)
3. Ujian Praktikum (9 September 2016)
4. Pengumuman Akhir Batch 1 dan 2 (10 September 2016)

Untuk pendaftaran silahkan isi data diri pada link berikut ini :

Pada tanggal 12 dan 13 Agustus lalu Prodi Teknik Lingkungan UII divisitasi oleh asesor BAN-PT. Tim asesor pada kesempatan kali ini terdiri dari dua orang, yakni Dr. Benno Rahardyan, ST., MT. dan Dr. Bambang Yudono, M.Sc. Visitasi dimulai dengan pembukaan yang juga dihadiri oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, MSc. beserta Wakil Rektor 1, Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA. IAI. Pembukaan visitasi ini juga dihadiri oleh pihak Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), yakni Dekan FTSP, Dr.-Ing. Widodo Brontowiyono, M.Sc. dan Wakil Dekan FTSP, Setya Winarno, ST., MT., PhD. Setelah itu acara dilanjutkan dengan wawancara. Wawancara pertama adalah dengan pengelola prodi Teknik Lingkungan dan dosen Teknik Lingkungan (baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap). Wawancara berikutnya adalah dengan alumni dan pengguna Teknik Lingkungan, kemudian wawancara dengan mahasiswa Teknik Lingkungan, dan wawancara dengan tenaga kependidikan (karyawan). Setelah kesemua sesi wawancara berakhir, kedua asesor kemudian mengadakan sesi diskusi, tanya-jawab dengan tim penyusun borang akreditasi. Di hari kedua, kedua asesor diajak berkunjung menuju laboratorium yang dimiliki Prodi Teknik Lingkungan dan Perpustakaan Pusat UII. Setelah itu kedua asesor bertemu dan melakukan wawancara dengan Badan Penjaminan Mutu UII. Setelah seluruh kegiatan kunjungan dan wawancara berakhir, kedua asesor melakukan diskusi tertutup untuk asesor untuk melakukan finalisasi hasil dari visitasi selama dua hari.

Pembukaan Visitasi Pembukaan Visitasi oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.

Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan UII angkatan 2013, M. Machfudz Sa’idi yang merupakan anggota komunitas Youth for Climate Change (YfCC) Daerah Istimewa Yogyakarta, diundang sebagai salah satu delegasi Indonesia di ASEAN Civil Society Conference/  (ACSC/APF) 2016 Timor-Leste pada 2 – 6 Agustus 2016 di Dili, Timor-Leste. Machfudz juga mendapatkan scholarship dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman berupa bantuan fasilitas dan kebutuhan pribadi selama kegiatan konferensi ini.

M. Machfudz Sa’idi

ACSC/APF merupakan konferensi tahunan sejak tahun 2006 yang mengundang perwakilan dari NGO maupun Organisasi Masyarakat Sosial serta Perwakilan Pemerintah dari Negara Penyelenggara yang setara dengan pertemuan Kepala Negara ASEAN yang diselenggarakan di salah satu negara-negara anggota ASEAN. Meskipun begitu, kali ini konferensi tersebut diselenggarakan di Timor-Leste yang belum menjadi bagian dari ASEAN (masih dalam proses didukung untuk bergabung menjadi bagian ASEAN). Perwakilan-perwakilan yang menjadi delegasi dalam konferensi ini berasal dari Organisasi Masyarakat Sosial, LSM/NGO dan Komunitas Rakyat yang memilki program di ASEAN.

Machfudz berfoto bersama Presiden Timor-Leste yang merupakan penerima penghargaan Nobel Perdamaian pada Tahun 1996

ACSC/APF 2016 berfokus untuk membantu memahami dan menyelesaikan permasalahan penting pada masyarakat Timor-Leste. Permasalahan tersebut antara lain permasalahan terkait sengketa batas wilayah perairan dengan laut Australia dan permasalahan yang berkaitan dengan ASEAN dari perspektif masyarakat sipil. Diharapkan, dengan mengandalkan program-program yang telah disepakati negara-negara anggota ASEAN, permasalahan-permasalahan seperti Hak Asasi Manusia, perdamaian, pembangunan, perdagangan, lingkungan, perubahan iklim, pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs), hukum, imigran, batas wilayah dan budaya yang memengaruhi berbagai macam kepentingan dari negara-negara anggota ASEAN dapat diselesaikan dengan kesepakatan bersama delegasi antar Negara ASEAN.  Selain itu, konferensi ini juga menjadi ajang untuk menjalin relasi dan mempelajari tentang isu-isu yang terjadi di ASEAN.

Delegasi dari tiap negara melakukan diskusi panel melalui sesi workshop dengan berbagai pilihan bidang yang berpengaruh terhadap masyarakat sosial. Hasil dari laporan nantinya akan disampaikan kepada Kantor Sekretariat ASEAN, perwakilan NGO dan organisasi sosial terkait yang diharapkan akan menjadi sebuah masukan yang baik untuk program-program mereka berikutnya. Selain itu, laporan hasil pertemuan konferensi ini tentu juga akan disampaikan kepada masing-masing pemerintah negara-negara anggota ASEAN.

Foto Bersama di Depan Pusat Kebudayaan Indonesia di Timor-Leste

Machfudz mengakui bahwa tahun lalu ia juga mengikuti konferensi ini di Kuala Lumpur, Malaysia bersama dengan beberapa delegasi Indonesia. Machfudz menuturkan bahwa ketika itu delegasi-delegasi dari Indonesia selain dirinya tersebut menjadi wakil untuk bidang hukum dan Hak Asasi Manusia, sementara Machfudz sendiri menjadi wakil untuk bidang perubahan iklim dan lingkungan.

Kesempatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dari pihak Kemahasiswaan UII dan Prodi Teknik Lingkungan UII. Machfudz menuturkan bahwa kesempatan ini juga dapat dijadikan sebagai peluang berharga bagi mahasiswa agar dapat terlibat dalam forum ASEAN untuk membuat perubahan untuk masa depan bagi Indonesia dan ASEAN. Selain itu, Machfudz juga berpendapat bahwa pengalaman seperti ini dapat memberikan pengalaman di tingkat global yang sangat berharga bagi mahasiswa.

Ruang Utama Kegiatan ASEAN Civil Society Conference/ASEAN People’s Forum (ACSC/APF) 2016 di Dili Convention Center (DCC) Dili, Timor-Leste.

Disclaimer:
Tulisan asli dari artikel ini berasal dari narasumber sendiri, M. Machfudz Sa’idi (Mahasiswa Teknik Lingkungan UII angkatan 2013). Artikel ini telah disunting pada bagian-bagian yang dirasa perlu untuk meningkatkan kualitas artikel.