Posts

Dua mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muhammad Turmudzi Abdul Azis dan Rizal Kartika Wardhana berpartisipasi aktif di ajang internasional International Conference on Energy and Thermal Engineering (ICTE) 2017 yang diselenggarakan oleh Yildiz Technical University di Istanbul, Turki pada 25-28 April 2017.

Konferensi ICTE 2017 ini diselenggarakan di Yildiz Technical University, Istanbul, Turki. Konferensi internasional ini diikuti lebih dari 1000 peneliti dari 20 negara di seluruh dunia. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian seluruh peneliti di dunia terhadap permasalahan energi konvensional (energi fosil) yang semakin memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menemukan solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dapat dapat diaplikasikan di seluruh dunia. Peserta yang hadir pada International Conference On Energy and Thermal Engineering terbagi menjadi dua bagian, yaitu Oral Presentation dan Poster PresentationMuhammad Turmudzi Abdul Azis dan Rizal Kartika Wardhana mengikuti kegiatan Oral Presentation yang mana mereka mempresentasikan hasil penelitian mereka yang berjudul Synthesis Of Biosemiconductor Based on Nata De Soya Fiber From Whey for Reduction Effort of Electronic Waste dan Renewable Energy Optimization Of Electrical Power Generation Toward The Energy Self-Sufficient Village.

Bagi Azis dan Rizal, mengikuti konferensi internasional ini merupakan kesempatan bagi mereka dalam mempublikasikan hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Dalam konferensi tersebut terdapat banyak peneliti-peneliti lain dari berbagai negara dan hal tersebut merupakan kesempatan besar bagi mereka untuk bertukar pikiran dengan peneliti-peneliti dari berbagai dunia lainnya.

 

Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan UII angkatan 2013, M. Machfudz Sa’idi yang merupakan anggota komunitas Youth for Climate Change (YfCC) Daerah Istimewa Yogyakarta, diundang sebagai salah satu delegasi Indonesia di ASEAN Civil Society Conference/  (ACSC/APF) 2016 Timor-Leste pada 2 – 6 Agustus 2016 di Dili, Timor-Leste. Machfudz juga mendapatkan scholarship dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman berupa bantuan fasilitas dan kebutuhan pribadi selama kegiatan konferensi ini.

M. Machfudz Sa’idi

ACSC/APF merupakan konferensi tahunan sejak tahun 2006 yang mengundang perwakilan dari NGO maupun Organisasi Masyarakat Sosial serta Perwakilan Pemerintah dari Negara Penyelenggara yang setara dengan pertemuan Kepala Negara ASEAN yang diselenggarakan di salah satu negara-negara anggota ASEAN. Meskipun begitu, kali ini konferensi tersebut diselenggarakan di Timor-Leste yang belum menjadi bagian dari ASEAN (masih dalam proses didukung untuk bergabung menjadi bagian ASEAN). Perwakilan-perwakilan yang menjadi delegasi dalam konferensi ini berasal dari Organisasi Masyarakat Sosial, LSM/NGO dan Komunitas Rakyat yang memilki program di ASEAN.

Machfudz berfoto bersama Presiden Timor-Leste yang merupakan penerima penghargaan Nobel Perdamaian pada Tahun 1996

ACSC/APF 2016 berfokus untuk membantu memahami dan menyelesaikan permasalahan penting pada masyarakat Timor-Leste. Permasalahan tersebut antara lain permasalahan terkait sengketa batas wilayah perairan dengan laut Australia dan permasalahan yang berkaitan dengan ASEAN dari perspektif masyarakat sipil. Diharapkan, dengan mengandalkan program-program yang telah disepakati negara-negara anggota ASEAN, permasalahan-permasalahan seperti Hak Asasi Manusia, perdamaian, pembangunan, perdagangan, lingkungan, perubahan iklim, pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs), hukum, imigran, batas wilayah dan budaya yang memengaruhi berbagai macam kepentingan dari negara-negara anggota ASEAN dapat diselesaikan dengan kesepakatan bersama delegasi antar Negara ASEAN.  Selain itu, konferensi ini juga menjadi ajang untuk menjalin relasi dan mempelajari tentang isu-isu yang terjadi di ASEAN.

Delegasi dari tiap negara melakukan diskusi panel melalui sesi workshop dengan berbagai pilihan bidang yang berpengaruh terhadap masyarakat sosial. Hasil dari laporan nantinya akan disampaikan kepada Kantor Sekretariat ASEAN, perwakilan NGO dan organisasi sosial terkait yang diharapkan akan menjadi sebuah masukan yang baik untuk program-program mereka berikutnya. Selain itu, laporan hasil pertemuan konferensi ini tentu juga akan disampaikan kepada masing-masing pemerintah negara-negara anggota ASEAN.

Foto Bersama di Depan Pusat Kebudayaan Indonesia di Timor-Leste

Machfudz mengakui bahwa tahun lalu ia juga mengikuti konferensi ini di Kuala Lumpur, Malaysia bersama dengan beberapa delegasi Indonesia. Machfudz menuturkan bahwa ketika itu delegasi-delegasi dari Indonesia selain dirinya tersebut menjadi wakil untuk bidang hukum dan Hak Asasi Manusia, sementara Machfudz sendiri menjadi wakil untuk bidang perubahan iklim dan lingkungan.

Kesempatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dari pihak Kemahasiswaan UII dan Prodi Teknik Lingkungan UII. Machfudz menuturkan bahwa kesempatan ini juga dapat dijadikan sebagai peluang berharga bagi mahasiswa agar dapat terlibat dalam forum ASEAN untuk membuat perubahan untuk masa depan bagi Indonesia dan ASEAN. Selain itu, Machfudz juga berpendapat bahwa pengalaman seperti ini dapat memberikan pengalaman di tingkat global yang sangat berharga bagi mahasiswa.

Ruang Utama Kegiatan ASEAN Civil Society Conference/ASEAN People’s Forum (ACSC/APF) 2016 di Dili Convention Center (DCC) Dili, Timor-Leste.

Disclaimer:
Tulisan asli dari artikel ini berasal dari narasumber sendiri, M. Machfudz Sa’idi (Mahasiswa Teknik Lingkungan UII angkatan 2013). Artikel ini telah disunting pada bagian-bagian yang dirasa perlu untuk meningkatkan kualitas artikel.

Pada tanggal 7 dan 8 Mei 2016, tiga dosen muda Prodi Teknik Lingkungan UII mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Research Engineers and Doctors (IRED) di Bangkok, Thailand. Ketiga dosen tersebut adalah Adam Rus Nugroho, Fajri Mulya Iresha dan Qorry Nugrahayu. Konferensi internasional yang diadakan bernama resmi Fourth International Conference on Advances in Applied Science and Environmental Technology (ASET 2016). IRED merupakan lembaga yang berlokasi di Amerika Serikat dan diketahui telah mengadakan berbagai macam conference internasional untuk berbagai macam bidang ilmu. Berbarengan dengan konferensi ASET 2016 yang diperuntukkan bidang ilmu sains terapan dan teknologi lingkungan ini, juga diadakan tiga konferensi bidang ilmu lain di lokasi dan waktu yang sama. Tiga konferensi lainnya adalah Computing, Control and Networking (ACCN); Civil, Structural and Mechanical Engineering (ACSM); dan Economics, Social Science and Human Behaviour Study (ESSHBS). Total peserta dari keempat konferensi tersebut adalah 46 orang atau paper. Untuk ASET sendiri terdapat 17 paper yang lolos menjadi peserta konferensi dan terabadikan di dalam prosiding.

Materi yang paling menarik menurut penulis, yang ditemukan dalam konferensi ASET 2016 adalah presentasi dua paper yang dibawakan oleh satu orang yang sama, Augustine Osamor Ifelebuegu, yang berasal dari Coventry University, Inggris. Papernya yang pertama berjudul “Oil Spill Clean-Up from Sea Water using Waste Chicken Feathers”. Paper tersebut meneliti limbah bulu ayam yang dijadikan material adsorpsi. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa kapasitas adsorpsi maksimum yang didapatkan mencapai 7694 mg/g, 6059 mg/g dan 4097 mg/g untuk minyak sayur, minyak mentah, dan minyak solar secara berurutan. Paper dari Ifelebuegu yang kedua berjudul “An Evaluation of the Removal of Progresterone in Wastewater by Adsorption onto Waste Tea Leaves”. Penelitian ini sekali lagi membahas mengenai adsorpsi. Pada penelitian paper kedua ini material adsorben yang berasal dari limbah daun teh dicoba digunakan untuk menghilangkan senyawa kimia yang termasuk ke dalam endocrine disrupting chemical (EDC), yakni progresterone. Kedua penelitian ini menjadi menarik sebab limbah minyak dan EDC merupakan emerging contaminant (kontaminan yang tidak umum dipantau namun keberadaannya sangat berbahaya bagi lingkungan) dan sangat sesuai dengan isu terkini di dunia global.

Dalam kesempatan ini salah satu dosen Teknik Lingkungan UII berhasil sedikit berdialog dengan Mr. Augustine dan membuat adanya kesempatan untuk bekerja sama dengan beliau. Harapan ke depannya beliau dan timnya bisa didatangkan di Prodi Teknik Lingkungan UII untuk memberikan pencerahan di bidang lingkungan dari hasil penelitian-penelitiannya. Aamiin.

Paper dari dosen Teknik Lingkungan UII sendiri sebagai berikut:

  • Adam R.N. :
  • Fajri M.I. :
  • Qorry Nugrahayu :

Prosiding konferensi internasional ASET 2016 dapat dilihat pada tautan .