Laboratorium Analisis Resiko Lingkungan

Pertambahan penduduk dan perkembangan teknologi menimbulkan dampak yang sangat signifikan yaitu meningkatnya jumlah limbah dan bervariasinya jenis polutan yang dihasilkan dan dibuang ke lingkungan yang dapat merusak ekosistem serta secara langsung dan tidak langsung akan menimbulkan dampak kesehatan bagi manusia.

poster
Di Indonesia, identifikasi bahaya yang disebabkan oleh polutan baik point source maupun non point source belum dilakukan secara optimal. Sebagian besar penelitian hanya terbatas sampai monitoring dan pengukuran besarnya konsentrasi, akan tetapi belum sampai kepada bagaimana nasib (fate) dan transportasi polutan tersebut, serta bagaimana mekanisme pajanan terhadap ekosistem dan manusia sehingga dapat diprediksi risiko yang akan diterima oleh ekosistem dan manusia untuk dapat dilakukan tindakan pencegahan yang efektif dan efisien.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka laboratorium ini memiliki lingkup kegiatan:
1. Pengumpulan informasi (data) mengenai berbagai jenis polutan baik point source maupun non point source, memetakan sumber polutan tersebut menggunakan analisis spatial (Sistem Informasi Geografis) Lingkungan.
2. Analisa dan evaluasi karakter polutan serta mekanisme sebaran, fate dan transportasi, daya tampung dan daya dukung  lingkungan menggunakan model lingkungan menggunakan misalnya metode QUAL2KW.
3. Mekanisme paparannya terhadap ekosistem dan manusia dengan pendekatan ekotoksikologi dan studi epidemiologi.
4. Kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja dan higiene industri sebagai bagian dari analisis risiko lingkungan.
5. Kegiatan penelitian yang dilakukan selain mencoba mengembangkan  metode analisis di laboratorium yang memperhitungkan faktor keselamatan peneliti dan lingkungan kerja juga ditunjang dengan software-software pendukung misalnya : OpenAir, DIVA GIS, GRASS

 Tim Laboratorium Analisis Resiko Lingkungan

  1. Suphia Rahmawati, PhD : penelitian yang pernah dilakukan adalah paparan pestisida organoforsfat melalui kulit terhadap petani  rumah kaca, akumulasi dan depurasi logam berat pada ikan, serta prediksi risiko pestisida organoklorinDisamping itu tertarik mendalami mekanisme paparan logam berat di lingkungan dan paparannya terhadap manusia. Penelitian yang sedang digeluti adalah mencoba memetakan dan melakukan risiko yang ditimbulkan oleh polutan (point dan non point) yang ada wilayah DI Yogyakarta sehingga dapat dilakukan tindakan preventif.
  2. Nelly Marlina, ST. MT. : Topik penelitian yang pernah dilakukan adalah terkait penentuan daya tampung sungai dengan menggunakan software QUAL2KW. Sudah pernah terlibat dalam beberapa peneltian  terkait penentuan daya tampung sungai-sungai di wilayah Yogyakarta. Fokus penelitian ke depan terkait pengembangan teknologi manajemen lingkungan (air), mempelajari pola persebaran polutan dilingkungan serta upaya-upaya strategis dalam pengelolaan lingkungan
  3. Adam Rus Nugroho ST. MT. : Penelitian yang telah dilakukan adalah mengenai pemodelan kualitas air sungai untuk melakukan simulasi dan penentuan daya tampung beban pencemaran air sungai serta melakukan analisis faktor pencemaran menggunakan model statistik pengambil keputusan. Fokus penelitian ke depan adalah mengenai sumber daya air khususnya air permukaan dan model kualitas lingkungan.
  4. Dhandhun Wacano, SSi. MSc. : Penelitian yang pernah dilakukan adalah analisis bahaya, risiko, dan kualitas lingkungan di Indonesia khususnya penyediaan air bersih,  pengelolaan air limbah, pencemaran udara, persampahan, air tanah, biocarbon menggunakan analisis spatial (Sistem Informasi Geografis) Lingkungan. Fokus penelitian selanjutnya adalah aplikasi SIG dan remote sensing dalam bidang analisis risiko lingkungan.
  5. Azham Umar Abidin, MPH. : penelitian yang pernah dilakukan berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat khususnya bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), risiko keracunan pestisida dengan kejadian anemia pada petani menggunakan pemerikasaan kholinesterase dalam darah dan kadar haemoglobin, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terhadap kecelakaan kerja di perusahaan penerapan SMK3 melalui audit yang dikaitkan dengan kecelakaan kerja. Penelitian yang sedang dikembangkan yaitu mengenai SMK3 dan industrial hygiene, sekarang sedang melakukan penelitian tentang faktor risiko paparan debu dengan kejadian Bisinosis pada pekerja di indutri tekstil.